Berita

Cari tau berita terbaru tentang properti

Trik Pengajuan Kredit Untuk Properti Secondary

Jika anda ingin mengajukan kredit pemilikan rumah untuk rumah yang telah pernah ditempati, Beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum mengajukan permohonan pinjaman adalah sebagai berikut:

  • Lakukan Investigasi dan survey terhadap harga dari rumah-rumah sekitar dengan spesifikasi yang hampir sama.
  • Setelah memperoleh harga kisaran yang paling memadai, hubungi pemilik rumah, dan lakukan negosiasi atas rumah yang telah mitra minati.
  • Hubungi beberapa bank pilihan dengan memperhatikan plafon/batas kredit yang diberikan dan tingkat suku bunga yang dibebankan atas pinjaman yang diberikan yang tentunya paling menguntungkan dan juga jangka waktu penyelesaian kredit yang ditawarkan.
  • Siapkan berkas-berkas persyaratan untuk mengajukan KPR ke Bank terpilih. Usahakan Data disiapkan dengan lengkap, agar proses pemeriksaan dan persetujuan kredit tidak akan bolak-balik.
  • Pihak Bank akan melakukan penilaian kondisi, tata letak dan harga rumah, juga akan melakukan pengecekan atas keabsahan dokumen atas properti seperti Sertifikat Tanah, IMB dan PBB melalui notaris, agar dapat terhindar dari kemungkinan calon debitur terkena resiko penipuan atas properti yang dijual. Jika ternyata dokumen atas properti diragukan, maka notaris akan menginformasikan kepada pihak Bank sebagai calon kreditur bahwa properti tersebut bermasalah, sehingga bank akan menolak pengajuan KPR.
  • Jika proses tersebut lulus sensor, maka bank akan melanjutkan proses pengajuan kredit tersebut dengan mengundang kedua belah pihak yaitu pembeli dan penjual untuk melakukan akad kredit di depan notaris. Bank akan membayarkan kepada penjual sejumlah dana yang besarannya berkisar 60%-70% dari harga taksir bank atas nilai pasar properti, dan sebagai pembeli mitra harus mebayarkan sisa nilai transaksi kepada penjual sebagai uang muka.
  • Kepada pihak pembeli akan dikenakan biaya atas pengajuan kredit tsb, diantaranya : biaya transaksi, biaya notaris, biaya provisi bank, biaya asuransi kebakaran, biaya asuransi jiwa, Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, berkisar 5% dari Transaksi Jual Beli.
  • Buat perjanjian tambahan dengan pihak penjual, agar harga yang telah disepakati tidak berubah, dan berapa lama yang dibutuhkan untuk pengosongan rumah oleh penjual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *